Tampilkan postingan dengan label eksperimenku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eksperimenku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 November 2013

Homemade Tempe Gembus



Karena saya sering membuat susu kedelai di rumah, jadi sering memanfaatkan sisa ampasnya untuk dibikin tempe gembus atau tempe menjes. Tentu saja gak mungkin saya peroleh tempe gembus disini kecuali jika saya rela berjuang membuat sendiri. Dan untuk bisa membuat sendiri, syarat utamanya kita harus mempunyai "ragi tempe" yang biasa digunakan untuk membuat tempe kedelai.

Proses pembuatan tempe gembus tidak sulit sebenarnya, sangat mudah dan simpel. Hanya dibutuhkan tekad dan semangat berlebih, karena sehabis membuat susu kedelai dengan rentetan proses memblender kedelai, peras memeras dan godog menggodog sari kedelai telah menghabiskan energi yang cukup banyak, dan pasti pula terasa lelah badan. Nah...karenanya beristirahatlah sejenak waktu, sembari menikmati segelas susu kedelai hangat. Niscaya tubuh segera akan bugar dan fresh kembali. Dan tahapan berikutnya adalah memproses ampas kedelainya menjadi tempe gembus.

Okk...
Lets go to learn my recipe...


Homemade Tempe Gembus
Resep: Ita-DapurGriyaKhayangan

Bahan:
500 gr ampas kedelai
5 gr ragi tempe (1 sdt penuh)
2-3 kantong plastik untuk bungkus tempe
tusuk gigi/peniti/jarum pentul


Cara Membuat:
1. Kukus ampas kelapa selama 20-30 menit. Angkat dan dinginkan dengan cara dihamparkan merata diatas nampan atau tampah bambu.

2. Setelah agak dingin, sangrai ampas kedelai di atas wajan penggorengan hingga ampas kedelai mengering/tidak terasa lembab jika dipegang dengan jari2 tangan (untuk mengurangi kadar air yang berlebih). Angkat dan dinginkan kembali di atas nampan/tampah bambu.

3. Setelah ampas kedelai benar2 dingin, taburi ampas kedelai dengan ragi tempe. Aduk hingga tercampur rata.

4. Masukkan ampas kedelai yang sudah diberi ragi ke dalam kantong plastik. Kemudian tutup dan rapatkan kantong plastik dengan cara di hackter atau menggunakan api lilin. Lebih mudah bila memakai zipper bag plastik. Lubangi kedua permukaan plastik dengan tusuk gigi/peniti secara merata.

5. Letakkan tempe gembus di rak kawat berlubang, agar sirkulasi udara lancar. Diamkan hingga jamur tempe berkembang di dalam kantong plastik.

6. Setelah lewat dari 2 hari InsaAllah tempe gembus bisa dipanen. Siap dimasak sesuai selera.






Selamat Mencoba...

Selasa, 19 November 2013

Homemade Ikan Asin Peda



Iseng-iseng saja dan secara tiba2 pingin bikin ikan asin peda, karena si ayah habis dari pasar ikan dan beli banyak macam ikan yang sangat segar2. Memang di Kuwait kalau belanja ikan di jamin ikannya sangat bagus kualitasnya, masih segar2 baru datang dari laut lepas. Sampai seharian di dapur hanya mbersihin ikan dan masukin ke kantong2 plastik untuk sekali masak, terus masuk freezer.

Ikan peda yang saya buat menjadi ikan asin ini dari jenis ikan kembung/mackerel. Bisa juga sih kalau mau jenis ikan2 yang lain misalnya ikan selar atau ikan layang...pada prinsipnya hampir sama dalam membuat ikan asin. Kalau ikannya berbadan agak lebar dan besar, lebih baik badan ikan dibelah jadi dua dan jangan sampai putus, agar cepat proses pengeringannya.

Membuat ikan asin peda modalnya hanya dua macam...yaitu ikan kembung segar dan garam kasar, sekali lagi saya tulis...pakai garam kasar yaa, karena kadar keasinan garam kasar lebih tinggi bila dibanding garam halus/garam meja. Sehingga nantinya ikan asin akan menjadi lebih awet daya simpannya, tidak mudah busuk atau berjamur.






Homemade Ikan Asin Peda
Resep: Ita-DapurGriyaKhayangan

Bahan:
1 kg ikan kembung ukuran sedang
10-15 sdm penuh garam kasar (secukupnya)

Cara Membuat:
1. Bersihkan dan cuci ikan kembung hingga bersih.
2. Siapkan wadah atau box plastik bersih yang bertutup
3. Letakkan satu lapis ikan didasar wadah atau box, taburi garam kasar hingga menutupi seluruh permukaan ikan. Atur lagi ikan kembung diatasnya, taburi garam kembali, begitu seterusnya sampai ikan habis digarami.
4. Tutup rapat wadah atau box tempat ikan asin, simpan dalam kulkas selama 24 jam hingga garam larut. Kalau selama 24 jam garam belum larut simpan lagi beberapa waktu agar garam larut dulu.
5. Setelah garam larut, keluarkan ikan kembung dan tiriskan. Lalu atur ikan kembung diatas nampan/ tampah dari bambu, kemudian jemur hingga kering. Sesekali dibalik balik agar ikan kering merata.
6. Setelah ikan asin peda kembung kering bisa disimpan atau dimasak langsung sesuai selera.


Selamat Mncoba...

Senin, 29 April 2013

Membuat Cendol dari Tepung Aren



Bismillah...

Memanfaatkan tepung aren yang saya bawa dari Indonesia, kali ini saya coba buat cendol untuk minuman es dawet ala kampung saya di Ponorogo. Di tempat kelahiran saya, Ponorogo...terkenal dengan es dawet Jabung, kenapa dinamakan es dawet Jabung...karena cikal bakalnya es dawet ini bermula di desa Jabung Kecamatan Mlarak...daerahnya lumayan jauh dari kota, sekitar 10 km arah ke timur kota. Yang sering beli dan ngicipi es dawet Jabung pastilah tahu...di sekitaran perempatan arah menuju pondok pesantren Gontor Darussalam, disitu berjejer pasukan penjual es dawet Jabung.

Nah, es dawet Jabung ini punya ciri khas tersendiri...dari cendolnya dibuat dari tepung aren dan tidak dikasih pewarna alias natural colour, warnanya putih keruh cenderung ke arah abu2 sesuai dengan warna tepung aren asli yang memang tidak putih bersih seperti tepung2 yang lain. Rasa cendol dari tepung aren lebih lembut dan kenyalnya tidak keras seperti tepung tapioka. Yang pasti kalau ditelan dan memasuki kerongkongan terasa dingin dan mak klenyer licin...gak sempat nyangkut di leher. Juruh atau kinca yang dibuat untuk memaniskan es cendolnya pun tidak dari gula merah/jawa, tetapi menggunakan gula pasir...dan santannya tidak terlalu kental gitu, plus ada tambahan tape ketan hitam. Jadi rasa es dawetnya manis dan ada rasa sedikit asam segar dari tape ketan hitam...semangkok gak akan terasa cukup dan sepertinya akan nambah lagi deh, ahh...jadi pingin cepet mudik saja...hehee...

Sementara yang saya coba buat sekarang es cendol yang seperti pada umumnya, cendolnya tetep berwarna hijau pandan dan gula merah sebagai pemanisnya. Yang berbeda hanya didalam bahan pembuatan cendolnya, sama seperti es dawet Jabung...yaitu dari tepung aren. Untuk mengobati rasa kerinduan kampung halaman saya...sengaja membuat es dawet dari bahan tepung aren. Dijamin rasanya nikmat dan segar...di saat summer seperti ini (di Kuwait sedang summer season).





Membuat Cendol dari Tepung Aren
Resep: Ita-DapurGriyaKhayangan

Bahan Cendol:
100 gr tepung aren
50 gr tepung beras putih
600 ml air putih
100 ml air perasan daun suji dan daun pandan wangi*
1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir
sedikit pewarna makanan hijau untuk mencerahkan warna cendol

* Kalau gak ada daun suji, bisa diganti dengan pasta pandan dan pewarna makanan hijau, dan jumlah airnya menjadi 700 ml air putih.

Cara membuat:
1. Campur semua bahan menjadi satu, aduk hingga tercampur rata dan halus, bila perlu boleh disaring agar tidak ada tepung yang menggumpal.
2. Rebus larutan tepung dengan api sedang, sambil di aduk2 hingga mengental dan meletup2.
3. Siapkan wadah/baskom berisi air matang dingin dari kulkas, tuangkan adonan cendol ke dalam cetakan cendol dan tekan2 agar adonan keluar dari cetakan, tampung cendol dalam wadah berisi air matang dingin.
4. Biarkan cendol terendam dan mengeras di dalam air dingin beberapa saat, kemudian bisa digunakan untuk membuat es dawet/es cendol. Hidangkan bersama santan dan kinca/juruh gula merah...tak ketinggalan serutan/potongan kecil2 es batu.
5. Bila belum ingin dikonsumsi bisa disimpan di dalam kulkas, tetap dalam keadaan terendam air dan kemas dalam wadah kedap udara, InsaAllah awet dalam satu minggu.


Dan untuk kuah santan serta kinca gula merahnya gak usah saya tuliskan yaa, pastinya sudah pada bisa membuat deh...gak perlu pake resep2an. Kalau untuk membuat juruh atau kinca gula merah ala saya biasanya saat merebus gula merah saya menambahkan daun pandan dan potongan2 kecil buah nangka masak, sehingga aroma kinca/juruh gula merahnya harum pandan serta wangi aroma buah nangka.





Okk, selamat berkarya...mudah2an berhasil, aamiin...

Selasa, 19 Maret 2013

Membuat Kulit Pangsit Sendiri (Homemade Wonton Wrappers)



Alhamdulillah...
Akhirnya saya berhasil juga membuat kulit pangsit sendiri di dapur griya khayangan ini. Sudah agak lama sih eksperimennya, tapi baru sempat entering di blog. Beberapa hari ini memang lagi tidak in the mood buat writing and thinking about anything, badan lagi tidak dalam kondisi enak alias lagi ambruk karena flu berat.

Malam ini kebetulan bisa duduk manis di depan laptop...dan jari2 ini rasanya ingin segera menuntaskan semua yang belum tertunaikan. Mengalirlah dengan sendirinya seolah ide itu muncul begitu saja buat dituangkan. Begitulah...jika kita ingin menulis, tak perlu menanti datangnya ide...ketika kita memulai menulis ide akan hadir sendiri tanpa harus berfikir keras mencari. Janganlah menulis menunggu datangnya ide...Menulislah sesuai dengan apa yang kau pikirkan...maka ide itu akan datang dengan sendirinya, kalimat ini diucapkan oleh guru bahasa saya saat masih duduk di bangku smp. Dan ucapan beliau hingga kini masih sangat melekat dibenak hati saya. He he hee...yuk mari merangkul semangat tuk menulis sesuatu yang bermanfaat *!*

Oh iya, saya kan mau sharing tentang cara membuat kulit pangsit hasil eksperimen kemaren. Kulit pangsit bikinan saya ini bisa juga diaplikasikan untuk kulit siomay dan kulit wonton soup atau kulit dumpling.  Setelah searching...browsing dan blog walking, saya menemukan sesuatu yang saya cari, yaitu resep pembuatan kulit pangsit. Resepnya sangat sederhana dan mudah diikuti, dengan bahan yang juga sangat simpel dan mudah didapat. Hasil kulitnya pun cukup renyah dan garing...krispi dan gak keras. Sumber resep saya adaptasi dari *The Little Teochew*, silahkan dipelajari.

Nah...yang saya tuliskan dibawah ini adalah hasil modifikasi dalam pembuatan kulit pangsit ala saya. Hanya sedikit merubah komposisi tepung terigu dengan menambahkan tepung tapioka, agar menghasilkan kulit pangsit seperti yang saya inginkan.  Qadarullah...bi idznillah berhasil dengan baik.



Setelah digoreng, hmm...pangsit goreng isi udang. Hasilnya renyah dan gurih, garing  kriuk kriukk 


Homemade Kulit Pangsit 
Source: The Little Teochew
Modified: Ita-DapurGriyaKhayangan

Bahan:
250 gr tepung terigu
1 sdm tepung tapioka
130 ml air panas
1 sdm minyak goreng
1/2 sdt garam halus


Cara Membuat:
1. Siapkan mangkok/wadah, masukkan tepung terigu+tepung tapioka+garam halus di dalamnya. Lubangi bagian tengah tepung, tuangkan minyak goreng.
2. Siramkan air panas kedalam lubang ditengah2 tepung. Aduk dengan cepat campuran tepung agar bercampur dengan air panas menggunakan sendok kayu hingga menjadi gumpalan adonan. Kemudian uleni adonan agar cukup kalis. Bila dirasa masih kurang air panasnya boleh ditambah sedikit sedikit aja sambil diuleni hingga kalis. (Jadi untuk jumlah air panas yang disiramkan tergantung kadar kekeringan tepung yang digunakan, kebetulan untuk resep saya cukup dengan air panas 130 ml).
3. Diamkan adonan agar beristirahat dan lentur selama kurang lebih 15-20 menit.
4. Giling adonan kulit pangsit dengan menggunakan pasta maker/gilingan mie. Tipiskan dari tingkat ketebalan no.1 hingga ketebalan no.5 atau no.6 (saya pakai ketebalan no.5).  Potong kotak 9x9cm atau bulat dengan diameter 10 cm. Taburi lembaran kulit pangsit dengan tepung terigu agar tidak lengket.
5. Kalau tidak ada gilingan mie, bisa menggunakan rolling pin/gilingan manual dari kayu. Caranya dengan membentuk bulatan2 kecil dari adonan (setiap bulatan kira2 seberat 15 gr). Giling dan tipiskan, kemudian cetak bulat dengan diameter 10cm, taburi tepung terigu agar tidak lengket satu sama lain jika ditumpuk. Bisa langsung digunakan atau disimpan dalam chiller.
6. Cara menyimpan ala saya agar kulit pangsit tidak lengket satu sama lain saat ditumpuk  yaitu dengan melapisi plastik tipis disetiap lembar kulit pangsit. Kemudian kulit pangsit dimasukkan wadah atau plastik kedap udara, simpan di dalam kulkas bisa awet kurang lebih seminggu. Kalau disimpan di freezer saya belum pernah coba...mungkin juga bisa lebih tahan lama, di coba saja.



Kulit pangsit homemade, siomay ini semakin menarik tampilannya setelah dibungkus kulit pangsit bikinan sendiri.


Selamat  Mencoba 

Rabu, 16 Januari 2013

Step By Step Membuat Kue Dadar Bunga Mawar




Bismillahirrahmaanirrahiim...

Saya ingin sharing cara membuat kue dadar bunga mawar, sebelumnya saya juga agak bingung bagaimana bisa jadi bunga mawar yaa...sebenarnya kan hanya dari kue dadar gulung biasa. Googling, browsing...kayaknya belum menemukan yang diharapkan. Dan alhamdulillah setelah mencoba mengutak atik sendiri...saya bisa membuat hasil akhir seperti ini. Begitulah kiranya...betapa berharganya sebuah kreatifitas seseorang, agar hasil karyanya tak sekedar biasa2 saja dan berharap bisa tampil spektakuler.

Semoga bermanfaat bagi teman2 yang ingin belajar membuat kue dadar gulung yang disulap menjadi bunga mawar nan cantik ini, gak terlalu ruwet membuatnya sih...pada akhirnya InsaAllah nanti juga akan makin trampil membentuk bunga koq:






Dibawah ini penampakan foto step by step merangkai bunga mawar dari kue dadar isi unti kelapa, semoga bisa dipahami baik dari sisi gambar dan uraian secara tulisan:




Cara Merangkai Kue Dadar Bunga Mawar ala Ita:
1. Siapkan kulit dadar 2 macam warna, merah muda dan hijau.
2. Siapkan pula isi unti kelapa yang sudah dibentuk bulat
3. Letakkan selembar kulit warna merah muda diatas piring datar, potong menjadi 6 bagian tapi jangan sampai putus ditengah seperti gambar no. 1. Isi bagian tengah kulit dengan unti kelapa yang sudah dibulatkan.
4. Lipat kulit yang saling berhadapan dan tempelkan pada unti kelapa seperti gambar no.2.
5. Kerjakan untuk potongan kulit sebelahnya sama seperti sebelumnya, gambar no.3 hingga no. 4.
6. Ambil kulit warna hijau, gulung dan potong menjadi 5 bagian seperti gambar no. 5.
7. Buka gulungan kulit warna hijau, lalu lilitkan secara melingkar pada mahkota bunga yang sudah terbentuk, seperti gambar no. 6.
8. Jadi deh bunga mawar merah muda berkelopak hijau segar nan cantik menawan.


Jika ada metode lain yang lebih bagus hasilnya untuk membentuk mawar yang elegant, InsaAllah dan mudah2an nanti saya memiliki waktu dan kesempatan untuk mengedit lagi...sementara hanya seperti yang tampak diatas hasil ide dan kreasi saya. Mohon dimaafkan bila hasil karya saya ini belum sempurna...


Selamat Mencoba...:)

Sabtu, 05 Januari 2013

Utak Atik Bikin Resep Lapis Bogor



Eksperimen-ku di awal tahun 2013...

Coba coba membuat brownies kukus lapis talas , terinspirasi dari Bolu Lapis Bogor yang berbahan baku talas, dan padahal sebenarnya saya belum pernah mencoba icip-icip rasa lapis bogor yang sedang booming itu. Sepertinya kalau dilihat dari penampilan fotonya sudah hampir mirip yaa, ehee...menghibur diri (foto lapis bogor sangkuriang diatas, saya download dari google).

Yaah, gak apa-apa yang penting sudah berusaha...saya coba bikin berdasar feeling dengan mengacu pada resep dasar yang sudah saya kuasai aja. Mengolah dari resep brownies kukus yang kemudian saya modif lagi...jadilah seperti ini, rasa brownies kukus talas ini menurut saya hanya satu kata "enak" yang pasti memang lembut banget, dan yang sudah ngicip2 juga bilang sama.

Untuk resep, saya menggunakan talas asli yang dikukus dan dihaluskan, sedang sebenarnya resep bolu lapis talas Bogor itu menggunakan tepung talas. Saya rasa memang ada perbedaan hasil yaa...karena yang saya bikin ini bukan bolu kukus biasa, akan tetapi brownies kukus yang berbahan dasar dari talas asli dan bukan talas yang sudah dibuat menjadi tepung.

Jika ingin membuat bolu ini, bisa menggunakan resep brownies talas atau ubi ungu yang beredar di dunia maya yaa...silahkan searching and browsing mengolah dan memodifikasi sendiri, belajar untuk lebih mengembangkan ide dan aktif kreatif itu sesuatu hal yang excited, penuh tantangan lho...dan bila berhasil bahagianya tak terkira.




Saya merasa belum cukup puas dengan hasil eksperimen bolu talas ini, masih ingin bereksplorasi dengan bereksperimen lagi, berharap sekali nanti kalau pas mudik bisa jalan2 ke Bogor dan mencoba bolu lapis talas yang asli dari Bogor. Sehingga terbayar rasa penasaran saya, juga bisa merekam bagaimana rasa bolu talas yang kabarnya sangat terkenal akan kelembutan dan kelezatannya tersebut (benarkah begitu...kita juga abelum membuktikannya), dan kelak bisa membuat resep yang pas, minimal sama enaknya. Sebuah obsesi yang sangat ingin terealisasi, semoga...


Selamat Berkarya... ^^

Senin, 19 November 2012

Bakpia Isi Kacang Hijau



Jogja memang terkenal dengan jajanan satu ini bakpia, dan salah satu yang paling populer adalah bakpia pathuk. Sekarang ada lagi bakpia yang mulai naik daun yaitu bakpia Kurnia Sari, jenis bakpia ini yang lebih saya suka. Kulitnya lebih tipis dan berlapis-lapis, isi kacang hijaunya tidak terlalu manis seperti bakpia pathuk. Dari situ saya penasaran, pingin bisa bikin bakpia ala Kurnia Sari...cuma saja koq nyari2 resep di paman google gak ada yang bisa kasih rujukan resepnya ke saya, hahahaa...

Seperti biasa, sebelum bereksperimen saya kumpulin banyak2 aneka resep bakpia dari berbagai media, dan akhirnya pilihan saya jatuh pada buku koleksi resep di rumah. Buku terbitan Gramedia yaitu Seri Populer Food "Aneka Kue Pia" penulisnya ibu Sisca Susanto. Saya mempelajari resep bu Sisca Susanto ini dalam hal pembuatan adonan bakpianya yang kata beliau jenis Pia Taiwan Berlapis (Tau Sar Piah).

Hasil bakpianya lumayan enak kata suami saya, sudah mirip bakpia Kurnia Sari rasanya...hanya harus lebih banyak berlatih menggiling dan melapis kulitnya bakpia biar tipis dan semakin tampak jelas lapis2nya. Memang kunci kesuksesan membuat bakpia ala saya ini musti telaten menggiling hingga terbentuk layer2 yang cantik. Okkey...berarti saya harus sering2 bikin bakpia lagi, who knows nanti bisa buka outlet bakpia jogja di Kuwait.  Hehee...InsaAllah, aamiin.






BAKPIA ISI KACANG HIJAU
Source: Sisca Susanto (Aneka Kue Pia)
Modified: Ita-DapurGriyaKhayangan

Bahan Kulit A:
150 gr tepung terigu
2 sdm gula pasir halus
50 ml air putih
50 ml minyak goreng
1/4 sdt garam

Bahan Kulit B:
100 gr tepung terigu
50 ml minyak goreng

Isi Kacang Hijau:
150 gr kacang hijau tanpa kulit rendam 1 jam
250 ml air putih (bisa pakai air santan)
100 gr gula pasir (sesuai selera manisnya)
2 lembar daun pandan simpulkan
1 sdt vanili bubuk
1 sdm mentega/margarin
1/4 sdt garam

Cara Membuat Isi Kacang Hijau:
1. Kukus kacang hijau yang sudah direndam selama kurang lebih 20 menit, angkat.
2. Masak kacang hijau dengan air putih (air santan), garam, daun pandan, mentega/margarin, vanili bubuk, dan gula pasir, aduk terus hingga adonan matang dan kalis.
3. Angkat, setelah dingin bentuk bola2/bulatan kecil lalu sisihkan

Cara Membuat Kulit Bakpia:
1. Campur semua bahan A, aduk dengan tangan hingga kalis. Diamkan adonan selama 30 menit.
2. Campur semua bahan B, aduk dengan tangan hingga rata. Diamkan adonan selama 30 menit.
3. Bagi adonan A menjadi 15 bagian, bentuk bulat. Demikian juga dengan adonan B bagi menjadi 15 bagian dan bentuk bulat kecil.




4. Selanjutnya ambil 1 bulatan adonan A, pipihkan...isi dengan adonan B. Bulatkan kembali. Lakukan hingga semua selesai diisi dan dibulatkan. Istirahatkan adonan selama 10 menit.






5. Ambil satu adonan bakpia, giling tipis. Kemudian gulung kembali. Lakukan hingga semua adonan bakpia digiling tipis dan digulung. Istirahatkan 10 menit.






6. Giling dan gulung kembali adonan bakpia seperti cara diatas sampai 3 kali (setiap sekali menggiling dan menggulung istirahatkan 10 menit agar adonan tetap lentur saat digiling), lakukan hingga selesai lalu istirahatkan kembali semua adonan bakpia selama 10 menit.
7. Giling tipis lagi adonan bakpia, isi dengan bola2 kacang hijau. Bulatkan lagi dan tutup seluruh permukaan bakpia hingga rapat. Kerjakan hingga semua adonan bakpia selesai diisi dan dibulatkan.




8. Letakkan bakpia pada loyang persegi, panggang di dalam oven dengan suhu 170"C selama 15-20 menit. Keluarkan dari oven, balik semua bakpia dan masukkan kembali ke dalam oven. Panggang kembali hingga bakpia matang seluruh permukaan bakpia.
9. Bila ingin lebih praktis bisa juga dipanggang pada wajan teflon tebal, masukkan bakpia kedalam wajan datar teflon kemudian tutup, panggang dengan api yang kecil. Jangan lupa dibolak balik agar tidak gosong.




Selamat Mencoba...Semoga Berhasil :)

Sabtu, 17 November 2012

Sosis Ayam (Homemade Sosis Ayam)



Sudah lama sekali saya berkeinginan bisa membuat sosis sendiri. Setelah mengumpulkan banyak referensi dari berbagai media, maka saya coba bereksperimen berdasarkan apa yang bisa saya lakukan dengan segala keterbatasan saya.

Bau dan aroma sosis bikinan pabrik membuat anak2 kami kurang suka terhadap sosis beli jadi. Disamping itu juga untuk meminimalisasi kontaminasi zat pengawet makanan dan MSG.  Karena itulah saya sangat berupaya agar bisa buat sendiri...

Alhamdulillah anak2 di rumah menyukai, karena rasa sosisnya tidak berbau khas seperti kalau beli di super market. Dan tentunya sesuai dengan selera kami... :)




SOSIS AYAM 
Resep: Ita-DapurGriyaKhayangan

Bahan:
250 gr daging ayam giling
2 sdm susu cair tawar
1 putih telur
1 sdm tepung tapioka
1/2 sdt lada hitam halus
1/4 sdt pala bubuk
1/2 sdt garam
1/4 sdt gula pasir
1 sdm minyak goreng
1 batang daun seledri cincang halus

Bumbu Halus:
3 siung bawang putih
3 butir bawang merah
1 cm kunyit
===> Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak goreng/margarin



Cara Membuat:
1. Masukkan daging ayam giling ke dalam chopper atau food processor, giling hingga halus.
2. Masukkan bumbu halus, susu cair tawar, tepung tapioka, lada hitam, pala bubuk, garam, gula pasir dan daun seledri cincang, giling kembali hingga adonan sosis tercampur rata dan halus.
3. Tuangkan putih telur dan minyak goreng, giling kembali hingga adonan sosis benar2 licin dan halus.
4. Masukkan adonan sosis kedalam plastik segitiga (piping bag), lalu semprotkan  adonan sosis ke dalam plastik sosis (saya menggunakan plastik roll ukuran paling kecil, bisa juga pakai plastik untuk bungkus es lilin yang paling kecil). Ikat ujung2 plastik sosis dengan benang atau karet gelang.
5. Rebus sosis ke dalam air panas tapi jaga kondisi air perebus tidak dalam keadaan mendidih hingga berbuih-buih. Tunggu sampai sosis berubah warna dan mengeras, dan tetap jaga kondisi air tidak mendidih yang bergolak. Kalau sudah matang angkat sosis, dinginkan.
6. Lepaskan tali pengikat sosis, buka plastiknya dan siap untuk diolah sesuai selera.

Selasa, 30 Oktober 2012

Kerupuk Nasi (Kerupuk Gendar) Bikin Sendiri



Membuat kerupuk nasi atau kerupuk gendar sendiri yuuk...mudah dan sederhana cara pembuatannya. Dijamin rasanya lebih gurih dan renyah meski tanpa msg dan bahan pengembang kimiawi yang bernama "Garam Bleng" yang didalamnya mengandung unsur zat kimia berbahaya yaitu Borax. Jadi krupuk nasi ini aman buat keluarga kita.

Terkadang nama kerupuk nasi ini disebut juga kerupuk puli atau kerupuk lempeng di daerah saya di jawa. Herannya dulu saya sering makan kerupuk ini tanpa ada pemikiran apa2 tentang bahan2 apa yang terkandung didalamnya, ya maklum saja...belum terbuka pola pikirnya, hehee...
Tak tahunya ternyata garam bleng itu tidak baik digunakan untuk membuat kerupuk. Padahal memang garam bleng itu membuat kenyal adonan kerupuk dan membuat kerupuk jadi lebih mengembang bagus saat digoreng. Ternyata...oh ternyata, okk deh ibu2...saudara2 semua mari kita menjauhkan diri dari makanan yang tidak memberi manfaat sehat untuk tubuh kita.





KERUPUK NASI (kerupuk gendar/puli/lempeng)
Resep; Ita-DapurGriyaKhayangan

Bahan:

Bahan Biang:
3 sdm tepung tapioka
100 ml air panas yang baru mendidih
===> Tuangkan air mendidih kedalam tepung tapioka lalu aduk2 hingga mengental seperti lem.

Bahan Adonan Kerupuk:
500 gr nasi hangat
1 sdt garam (secukupnya)
1/4 sdt gula pasir

Bumbu Halus:
1 sdt ketumbar sangrai
3 siung bawang putih

Cara Membuat:
1. Masukkan adonan biang kedalam nasi hangat, tambahkan bumbu halus, garam dan gula. Aduk hingga rata dan uleni adonan sambil diremas2 agar nasi agak pecah dan hancur.
2. Siapkan cetakan/loyang yang diolesi minyak goreng kemudian alasi daun pisang/plastik...olesi minyak goreng lagi agar tidak lengket. Tuangkan adonan kerupuk nasi kedalam loyang, ratakan dan padatkan. Kukus hingga matang kurang lebih 1/2 jam.
3. Dinginkan dahulu...
4. Potong2 kerupuk nasi dengan pisau tajam yang dibungkus plastik, bentuk potongan sesuai selera, jika hasil potongan kerupuk terlalu tebal, masukkan potongan kerupuk kedalam plastik lalu tekan2 dengan jari2 tangan sehingga menjadi lebih tipis. Letakkan kerupuk nasi yang masih basah di nampan dan jemur hingga kering.

Dibawah ini step by step gambar cara memotong kerupuk nasi ala saya:










5. Setelah kerupuk nasi kering bisa disimpan dalam tempat yang kedap udara, atau langsung digoreng...InsaAllah mekar dengan baik meski tak pakai bahan pengembang apapun.

Minggu, 14 Oktober 2012

Membuat Ragi Tape Sendiri



Alhamdulillah...
Setelah beberapa hari yang lalu bersibuk diri melakukan percobaan membuat ragi tape di dapur kecil saya, akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan...suksess, berhasil...ragi tape hasil eksperimen saya bisa dibuat untuk membuat tape kembali. Itu tandanya bahwa ragi tape buatan saya bisa jadi alternatif bila saya kebetulan kehabisan ragi tape yang beli di Indonesia.

Benar-benar ini murni ide saya, dan iseng-iseng awalnya, karena memang saya penasaran apakah bisa yaa...saya mencoba bikin ragi tape sendiri? Sedang dulu juga sudah pernah mencoba bikin ragi tempe sendiri dan berhasil. Ternyata keisengan dan keingin tahuan saya ini membawa manfaat...

Ceritanya waktu saya ingin membuat kue mangkok dari tape nasi, saya musti membuat tape nasi. Setelah membuat tape nasi dengan ragi tape yang bawa dari Indonesia (beli di pasar yang bentuknya bulat pipih seperti koin berwarna putih).  Naah...karena buat tape nasinya agak banyak, maka tape nasinya masih bersisa, dari situlah terpikir oleh saya gimana kalau sisa tape nasinya dibuat eksperimen membuat ragi tape sendiri? Lha terus gimana pula yaa...cara buatnya, yukk...ikutan membaca cara melakukan percobaan membuat ragi tape ala saya yang sederhana dan mudah di bawah ini:




Membuat Ragi Tape Nasi Sendiri Di Dapur Griya Khayangan
By: Ariesta Mikdar Gunawan

Bahan:
150 gr tape nasi
100 gr tepung beras
50 gr gula halus



Gambar diatas adalah tape nasi yang akan dibuat percobaan membuat tape nasi seberat 150 gram.


Cara Membuat:
1. Blender tape nasi hingga halus, keluarkan tape yang sudah di blender dan masukkan kedalam mangkok.
2. Tuangkan tepung beras sedikit demi sedikit hingga habis kedalam mangkok yang berisi tape yang sudah di blender, aduk2 hingga tercampur rata.
3. Masukkan juga gula pasir sedikit demi sedikit hingga habis, aduk2 hingga adonan bercampur rata dan kental seperti pasta.
4. Ambil satu sendok kecil, tuangkan diatas nampan yang bersih...lakukan hingga semua adonan dicetak bulat tipis diatas nampan. Jemur dibawah sinar matahari siang hari, jika sehari sudah terlihat kering balik permukaan ragi tape agar bagian bawahnya cepat mengering. Kira2 selama 2-3 hari akan mengering sempurna.




5. Lakukan uji coba/percobaan kembali dengan membuat tape nasi dari ragi tape hasil eksperimen diatas. Dan hasil eksperimen akan bisa dibilang sukses bila nasi yang ditaburi ragi tape hasil percobaan diatas berhasil menjadi tape nasi setelah 3 hari perlakuan.



Gambar diatas adalah tape nasi yang dibuat dengan menggunakan ragi tape hasil eksperimen saya.

# Note:
- Karena ini hasil uji coba saya, dan alhamdulillah berhasil. Saya tidak menjanjikan apa2...jika ada yang ingin mencoba menguji coba juga hasil karya saya ini. Kemungkinan itu akan selalu ada, entah sukses atau bisa gagal...yang pasti tak usah kuatir dan tetap semangat untuk mencoba melakukan sesuatu yang bermanfaat.
- Uji coba saya diatas masih untuk mencoba buat tape nasi kembali, belum saya uji cobakan dalam pembuatan tape ketan dan tape singkong. Insa Allah dalam minggu2 ini ragi tape buatan saya diatas akan saya coba untuk membuat tape ketan atau tape singkong, mudah2an juga membawa hasil yang membahagiakan...aamiin.

Selamat Berkarya Untuk Kemanfaatan, Barakallah...

Sabtu, 28 April 2012

Pindang Ikan Kembung



Sejak tinggal di rantau, mana pernah bisa makan ikan pindang ala besekan/keranjang bambu yang beli dipasar tradisional ala di kampung. Makanya saya coba buat sendiri aja, lumayan mudah dan hasilnya uwenak...lebih terasa gurihnya, karena sengaja diberi bumbu yang saya ramu sendiri.

Ikan pindang ala saya ini bisa langsung dimakan setelah dikukus, atau dibakar dulu setelah dikukus. Bisa juga dibuatkan larutan tepung berbumbu lalu digoreng...jadi ikan pindang kembung goreng tepung. Pokoknya mau dimasak apa aja suka-suka deeh...atau kalau ingin dibikin pepes ikan pindang juga oke. Kadang saya suka goreng ikan pindangnya, terus ditumis dengan bumbu-bumbu iris plus cabe hijau...hmm, bisa ngabisin nasi sak-wakul. He hee...




PINDANG IKAN KEMBUNG
Resep: Ita-DapurGriyaKhayangan

Bahan:
1 kg ikan kembung  cuci bersih
3 sdm air asam jawa
2 sdt garam (secukup rasa)
1 sdt gula pasir
10 lembar daun salam
daun pisang buat alas mengukus ikan

Bumbu Iris
5 butir bawang merah
5 siung bawang putih
3 buah cabe merah besar iris serong tipis




 Cara membuat:
1. Tuangkan air asam kedalam ikan kembung, aduk-aduk hingga rata.
2. Masukkan semua bumbu iris, garam dan gula pasir ke dalam ikan kembung, aduk-aduk hingga semua bercampur rata. Diamkan kurang lebih 15 menit agar bumbu meresap.
3. Siapkan alat pengukus/dandang..panaskan, alasi dasar kukusan dengan daun pisang. Letakkan ikan berjejer rapi dan taruh daun salam menyebar rata. Kukus kurang lebih selama 1 jam dengan api sedang.
4. Jika sudah matang, dinginkan. Simpan dengan rapi di kotak/box plastik kedap udara. Masukkan di lemari pendingin...bisa dimasak sewaktu-waktu.

Homemade Ikan Sardines (ala ikan sardin kaleng)



Dari kecil gak suka sama sekali dengan ikan sardin kalengan, karena memang pada dasarnya saya kurang suka makan ikan. Gak tahu kenapa ikan kalengan itu menurut saya baunya sangat tidak menyenangkan, alias bau amis banget. Mungkin karena memasaknya beda cara dengan kalau memasak ikan sendiri di rumah yaa, jadi bau amis itu sangat melekat sekali...susah ilangnya.

Ternyata...anak-anak malah berbalik dengan saya, mereka sangat menyukai ikan sardin kalengan itu. Karena ikan tersebut empuk...duri dan tulangnya bisa dimakan, karena ikan sardin dimasaknya dengan metode pressure cooker.

Akhirnya sejak itu saya berusaha coba-coba bikin sendiri ikan sardin seperti yang dibeli dalam kalengan. Dan setelah coba-coba buat, malah hasilnya lebih enak dan mantaff...tidak berbau amis. Sejak itu pula saya mulai menyukai ikan sardines ala kalengan, tapi dengan syarat...harus bikinan rumah atawa bikin sendiri.


HOMEMADE IKAN SARDINES
Resep: Ita-DapurGriyaKhayangan

Bahan:
1 kg ikan sardines/ikan krismon/ikan lemuru/ikan kembung (potong kepalanya)
3 jeruk nipis/air jeruk lemon
3 batang serai memarkan
5 cm jahe memarkan
5 lembar daun salam
2 sdt garam (secukupnya)
1 sdm gula pasir (secukupnya)
5 sdm saus tomat botolan
2 sdm air asam jawa
500 ml air putih matang

Bumbu Halus:
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
3 buah tomat ukuran besar
5 buah cabe merah besar




Cara Membuat:
1. Bersihkan ikan dari sisiknya, dan potong bagian kepalanya. Cuci hingga bersih, lalu tuangi air jeruk nipis atau air jeruk lemon. Diamkan kurang lebih 15 menit, kemudian bilas lagi dengan air bersih.
2. Masukkan ikan kedalam panci presto, masukkan pula bumbu halus, serai, jahe, daun salam, garam, gula pasir, saus tomat, air asam jawa dan air putih matang. Tutup panci prestonya, masak sekitar 1 sampai 1 1/2 jam. (Kalau 1 1/2 jam menurut saya ikan jadi lebih empuk..tulang dan duri lebih lunak lagi).
3. Jika sudah selesai waktu memasaknya, biarkan dingin dulu. Baru kemudian ambil dan pindahkan ikan sardin secara hati-hati, agar ikan tidak rusak atau hancur.
4. Ikan sardin bisa dikemas di kotak/box plastik kedap udara dalam jumlah sedikit-sedkit...simpan di kulkas. Bisa bertahan selama kurang lebih satu minggu. Mudah bikinnya...enak pula rasanya, lebih sedap daripada ikan sardin kalengan.

Selasa, 27 Maret 2012

Sayap Ayam Goreng Tepung ala Korean Fried Chicken



Sebenarnya saya tuh belum pernah nyobain menu ayam goreng ala Korea lho, bener aja...cuma saja koq penasaran sama postingan teman-teman di group FB Indonesian FoodBlogger yang sedang pada ngrumpiin makanan Korea yang lagi naik gaungnya..alias booming di seantero dunia ini. Waah...Korea, sekarang jadi trend setter deh...jadi heran sendiri saya.

Makanya saya coba juga ngintip-ngintip resep dan cara pembuatannya di youtube, bagaimana dan seperti apakah menu Korean Fried Chicken itu. Wal hasil karena untuk bumbu-bumbunya agak asing buat saya, ya sudah...demi menyalurkan penasaran rasa, saya utak atik aja...modifikasi bumbu dengan bahan-bahan yang ada di dapur. Ceritanya ini mengarang bebas resep Korean Fried Chicken (KFC)...menurut saya sih yang penting sesuai selera lidah si peramu resepnya aja. Yang penting rasa enaklah...katanya yang udah pernah nyoba masak dan makan sih, KFC ini harus berasa pedas, gurih dan agak ada rasa asem dan manis dikit. Bisa ngebayangin gak ya, seperti apa rasanya? hi hi hiii...

Di resepnya ada satu jenis bumbu dasar yang harus atau sering dipakai dalam menu masakan Korea...yaitu red chili pasta atau istilah sananya Gochujang (ini yang bikin ayam gorengnya berwarna merah dan berasa pedaaasss...!!!). Karena gak punya Gochujang, pula belum paham apa saja ingredient-nya...ya sudah mengira-ngira saja. Untuk bumbu-bumbu saya telah ramu dibawah ini.

Dan Alhamdulillah...kata anak wedok  enak banget, pedaaass...tapi enak Mama, ayam gorengnya is the best. Besok bikin lagi ya Ma, Hasna sukaa.. :)





Sayap Ayam Goreng ala Korean fried Chicken
Resep: Ita-DapurGriyaKhayangan

Bahan:
750 gr sayap ayam (14 buah sayap ayam)

Bahan Marinade:
1 sdm air jeruk lemon/nipis
2 siung bawang putih dihaluskan
1 1/2 sdt garam
1 sdt lada bubuk
1/2 sdt cabe bubuk
1 sdt jahe parut
2 sdm tepung terigu
1 sdm tepung maizena
1 putih telur
1 sdt baking powder
3 sdm susu cair

Bahan Saus Gochujang/Red Chili Pasta:
1 sdm minyak zaitun
1 sdt minyak wijen
2 siung bawang putih dihaluskan
1 sdm bawang bombai cincang halus
2 sdm saus tomat
3 sdm saus sambel pedas
1 sdt cabe bubuk (kalau suka pedas bisa ditambah)
1 sdm kecap asin
1 sdm madu
1 sdt air jeruk lemon
1/4 sdt garam (secukupnya)
1 sdt gula merah (secukupnya)

Bahan Taburan:
1 sdm wijen sangrai

Cara Membuat:
1. Masukkan sayap ayam kedalam wadah, campur dengan semua bahan marinade...aduk-aduk hingga semua sayap ayam tercampur dengan rata. Diamkan kira-kira 15 menit.
2. Goreng sayap ayam didalam minyak goreng yang panas hingga matang, garing dan kering. Angkat dan tiriskan.
3. Buat saus gochujang: panaskan minyak zaitun, tumis bawang putih cincang, bawang bombai hingga layu dan harum. Tuangi minyak wijen, saus tomat, saus sambel dan cabe bubuk...aduk rata.
4. Tuangi kecap asin, madu dan air jeruk lemon. Aduk lagi hingga tercampur rata. Beri garam secukupnya jika masih kurang asin, dan tambahkan gula merah atau gula pasir jika suka lebih terasa manisnya. Aduk-aduk hingga saus gochujang matang dan kental.
5. Masukkan sayap ayam goreng kedalam saus gochujang, aduk-aduk hingga seluruh sayap ayam goreng terbalut oleh saus merah tersebut. Angkat...letakkan di piring datar, taburi dengan wijen yang sudah disangrai. Dan segera sajikan untuk dinikmati bersama keluarga tercinta.

Selamat mencoba...semoga menyukai :)

Sabtu, 24 Maret 2012

Tempe Kacang Tanah Homemade



Tempe kacang tanah sering saya jumpai saat saya masih tinggal di kota Malang, tempat saya kuliah dulu. Sepertinya belum pernah saya menjumpai tempe kacang tanah ini di daerah lain. Rasanya enak, lembut dan gurih...warna agak coklat kemerah-merahan. Dibuat dari kacang tanah yang sudah diambil minyaknya, jadi sebenarnya tempe kacang itu dibuat dari ampas/sisa kacang tanah yang sudah diambil sari-sarinya. Tapi gak apa-apa...tetep masih ada nilai gizinya koq, he he hee...

Karena dalam pembuatan tempe ini saya tidak mengambil sari/minyak dari kacang tanahnya, maka tempe kacang tanah buatan saya murni dari kacang tanah segar. Jadi tentu saja nilai gizinya dijamin masih utuh dan rasanya lebih lezat ketimbang tempe kacang yang dari bahan ampasnya kacang tanah. Dan warna tempenya lebih terang tidak segelap kalau memakai bahan ampas kacang tanah, karena kalau dari ampas kacang tanah, kulit ari kacang tanah yang kemerahan itu  ikut serta bersama ampasnya sehingga membuat tempe kacang tanah menjadi coklat kemerahan.




Untuk cara-cara atau prosedur pembuatan tempe kacang tanah ini tidak jauh beda dengan pembuatan tempe kedelai. Proses pembuatannya bisa mengacu kepada pembuatan tempe kedelai homemade yang sudah saya posting sebelumnya *disini*

Saran saya jika ingin membuat tempe kacang tanah, lebih baik beli kacang tanah yang sudah dihilangkan kulit arinya. Di pasar atau di supermarket kan sekarang sudah ada kacang tanah yang kulitnya sudah dibersihin, jadi gak perlu lagi kupas-kupas. Masalahnya memang yang paling lama adalah menguliti kacang tanah ini saat setelah dilakukan perendaman dan perebusan pertama, untuk mengelupasi kulit kacang tanah ini butuh waktu dan kesabaran tingkat tujuh langit deeh...pokoknya capek tenan. Kecuali kalau punya alat pemecah kulit kacang elektrik ya...its okk aja.

Secara garis besarnya saya akan coba tuliskan step by step pembuatan tempe kacang tanah ini, agar nantinya tidak ada faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan panen tempe:

1. Kalau untuk skala rumah tangga aja, bikin tempenya jangan banyak-banyak...maksimal 1 kg kacang tanah.
2. Rendam kacang tanah ke dalam air yang mendidih, lalu biarkan semalam (12 jam).
3. Bersihkan kacang tanah dari kulit arinya, kalau cara saya: kacang tanah dimasukkan kedalam chopper...lalu giling agak kasar, jadi asal kulit kacang tanah bisa terpecahkan, dan memang kacang tanah jadi agak terbelah-belah lebih kecil (agak hancur tapi kasar-kasar, gak masalah). Kalau gak ada chopper bisa pakai alat giling/grinder bumbu yang manual.
4. Rebus kembali kacang tanah yang sudah bersih dari kulit hingga matang (kurang lebih 1 jam).
5. Tiriskan kacang tanah hingga airnya bener-bener tuntas dan kering.
6. Taburi dengan ragi tempe, perbandingannya untuk 1 kg kacang tanah jumlah ragi tempenya kurang lebih 20 gr (1 sdm penuh), ratakan keseluruh kacang tanah dengan cara mengaduk-aduk kacang tanah dengan tangan.
7. Bungkus dengan plastik atau daun pisang, tusuk-tusuk plastik dengan jarum...agar ada sirkulasi udara didalam plastik pembungkus tempe.
8. Simpan dan letakkan di rak-rak yang bersirkulasi udara baik, tunggu hingga hari ketiga...InsaAllah tempe kacang tanah sudah bisa dipanen.

Alhamdulillah...
Selamat berksperimen...semoga berhasil :)

Selasa, 20 Maret 2012

Homemade TAHU



Alhamdulillah, ternyata bikin tahu itu tak sesulit dan serumit yang saya bayangkan...cukup mudah dengan segala keterbatasan alat dan bahan, akhirnya saya bisa untuk mencoba buat tahu sendiri. Sebenarnya sudah lama saya eksperimen tahu ini...sekitar awal tahun 2009. Berhubung agak males dan memang lagi banyak aktifitas jadi belum terjadwalkan untuk memposting di blog waktu itu...jadi filenya hanya tersimpan di dokumen lap top saya.

Dan sekarang ini baru ada kesempatan dan sedang in the mood buat menulis, biar nanti hasil karya saya ini bisa terdokumentasi...syukur bila memberi manfaat buat yang ingin mencoba buat tahu sendiri. Karena berbagi ilmu itu amal jariah yang InsaAllah tak akan putus mengalir ke diri kita...selama ilmu itu dimanfaatkan dalam kebaikan.
Eits...koq jadi ceramah kayak bu ustadzah aja, he hee...tapi memang perlu lho belajar berbagi itu dan harus dilatih dan ditanamkan dari sejak kita masih balita.

Karena sudah terlalu lama percobaan membuat tahu sendiri ini, saya agak lupa berapa kilogram memakai kedelainya...seingat saya dulu hanya setengah kilogram kedelai kering. Karena masih dalam taraf uji coba...maka gak berani bikin dalam jumlah banyak. Dan hasil akhirnya pun tidak banyak...ya sesuai yang terlihat difoto tersebut diatas, sekotak kecil yg cukup buat dimasak sehari saja :)


HOMEMADE TAHU
Resep: Ita-DapurGriyaKhayangan

Bahan:
1/2 kg kedelai
50 ml air jeruk lemon/nipis (dari 2 buah jeruk lemon)
1 sdm cuka masak yang biasa dipakai memasak dirumah
3 liter air untuk memblender kedelai
mika tempat penyimpan makanan untuk mencetak tahu (lihat foto dibawah yaa...)
loyang untuk menampung tetesan sisa air sari kedelai
mangkok untuk alas talenan kayu
talenan kayu

Cara Membuat:
1. Rendam kedelai kurang lebih 12 jam (semalam) hingga kedelai mengembang dan putih




2. Blender kedelai dengan menambahkan air secukupnya, untuk kedelai 1/2 kg kira-kira jumlah air antara 3 sampai 3.5 liter. Ulangi memblender kedelai dua kali agar sari kedelainya keluar semua. Kemudian saring dan peras dengan kuat menggunakan kain kasa yang dirangkap dua seperti foto dibawah ini.




3. Rebus sari kedelai yang sudah disaring, gunakan api kompor kecil sampai sedang...aduk-aduk terus hingga sari kedelai mulai mendidih tapi tidak bergolak. Angkat dan matikan kompor, biarkan sari kedelai menghangat/tidak terlalu panas.



#Foto diatas saat sari kedelai mulai mendidih, akan keluar busa/berbuih#


4.Kemudian masukkan air jeruk dan cuka, aduk-aduk perlahan sari kedelai, dan sejak itu akan terjadi proses penggumpalan sari kedelai...sehingga nanti sari kedelai akan memisahkan diri dari air.



#Foto diatas penampakan sari kedelai yang sudah menggumpal terpisah dari air. Sari kedelai ini berwarna kuning karena saya kasih air kunyit, jadi jika ingin berwarna kuning silakan saja beri air kunyit saat merebus sari kedelai. Tapi jika suka tahu berwarna putih...its okk, hanya sebuah pilihan, gak usah ditambahkan air kunyit.#


5. Setelah sari kedelai yang menggumpal dan terpisah dari air sudah agak mendingin. Lalu masukkan ke dalam cetakan yang dialasi kain tahu/kain kasa rangkap dua. Lalu bungkus sari kedelai dengan kain tahu/kain kasa agar sari kedelai tidak keluar. Saya memakai kotak mika tempat makanan lalu diberi lubang-lubang diseluruh sisi-sisinya, bertujuan agar sisa air tahu bisa menetes tuntas. Letakkan kotak mika diatas talenan kayu...alasi dengan loyang dan mangkok untuk menyangga talenan,  hal ini guna menampung air yang menetes.
Agar tahu memadat dengan bagus, timpa/beri pemberat dengan kotak mika yang di isi dengan air (jangan lupa kotak mika yang  berisi air ditutup). Jika kurang berat, bisa ditambahkan beban dengan kotak mika berisi air lagi, agar tahu semakin padat. Tunggu hingga kira-kira 5 sampai 12 jam, hingga benar-benar tahu sudah padat dan air yang menetes tuntas habis.





6. Setelah itu tahu akan memadat sempurna, dan tahu boleh dikeluarkan dari cetakan. Potong sesuai selera, rendam dalam air yang diberi sedikit garam. Simpan didalam kulkas, atau boleh langsung digoreng atau dimasak.




#Foto diatas adalah hasil akhir tahu yang sudah terbentuk, terlihat padat tapi lembut dan harum kedelainya sangat terasa khas. Bener-bener tahu bikinan sendiri lebih enak...tanpa pengawet dan bahan kimia tambahan, dijamin aman dan sehat untuk dikonsumsi.#


Mau mencoba buat tahu sendiri? silakan...semoga sukses :)