Rabu, 27 Agustus 2014

Sambal Bawang Merah Bu Ita



Bismillah...

Duh, lama tak update blog yaa...hampir 3 bulan pojok ruang dapur ini saya tinggalkan, dalam rangka mudik ke kampung tercinta.
Kali ini mencoba untuk mengusir rasa malas, pemanasan...mulai mencoba menulis resep deh. Biar semua yang sudah saya rencanakan dapat teraplikasikan di blog masak ini. Pelan2 dan santai saja...karena menulis itu memang butuh waktu dan memeras pikiran, untuk menumpahkan kata demi kata hingga terjalin apik dan mudah dibaca serta dipahami.

Okk deh...
Untuk saat ini saya ingin berbagi resep membuat sambal bawang...tapi maaf ya, ini bukan sambal bawang ala Bu R*d* dari Surabaya yang terkenal seantero Indonesia itu. Sambal bawang ini asli bikinan saya, resepnya juga ala saya saja. Sambal bawang dari Surabaya itu juga sudah pernah saya cicipi karena penasaran, dibelikan suami saat ke Surabaya. Memang top banget pedasnya, rasanya juga nikmaat...kenikmatan sambalnya yang bikin nagih setiap orang. Setelah saya rasa2...didalam sambalnya yang pedas itu seperti ditambahkan penyedap rasa (msg), jadiii...menurut saya itulah salah satu alasan kenapa sambalnya jadi super duper bikin nagih ingin terus mencicipi dan laris manis.

Nah, yuk kita bikin sendiri saja menguleg sambal bawang merah ala kita sendiri...sesuai selera kita. Dan pastinya kalau bikin sendiri lebih terjaga bahan2nya dari hal2 yang tidak di inginkan, seperti penambahan msg dan bahan pengawet makanan, lagian juga...lebih murah sekali kalau buat sendiri. He hee...emak2 yang suka ngoprek di dapur pasti gak mau merugi kan...





Sambal Bawang Merah Bu Ita
Resep: Ita-DapurGriyaKhayangan

Bahan:
150 gr bawang merah (jika ingin pedas sedang, bawang merahnya 200 gr)
150 gr cabe rawit merah
1 sdm ebi kering, rendam air panas.
200 ml minyak goreng (boleh dikurangi jika tidak suka banyak minyak)
200 ml air putih (bisa kurang atau lebih, sesuai selera)
1 sdm garam (secukup rasa)
1/2 sdm gula pasir (sesuai selera manisnya)

Cara Membuat:
1. Kupas bawang merah, lalu iris tipis seperti akan dibuat bawang merah goreng.
2. Rebus cabe rawit merah sampai agak layu, kenapa musti direbus...supaya tidak berbau langu dan pedasnya tidak membuat sakit perut/perut panas setelah dikonsumsi. Pilih cabe rawit yang segar (fresh), jenis cabe rawit besar dan warnanya campur gitu yaa...ada yang hijau muda, orange dan merah. Kalau didaerah jawa tengah dan jawa timur cabe jenis ini banyak sekali di pasar. Orang2 di daerah saya suka menyebut dengan julukan lombok setan...karena memang cabenya super pedas.
3. Uleg atau tumbuk ebi dan cabe rawit di atas cobek atau lumpang (boleh juga di blender kasar2), jangan terlalu halus mengulek atau menumbuknya, lebih terasa nikmat kalau cabe rawitnya agak kasar2 gitu.
4. Panaskan minyak goreng, lalu masukkan bawang merah iris, goreng sampai setengah matang.
5. Masukkan cabe rawit yang sudah di uleg kasar, aduk2 hingga sambal tercampur rata, beri garam dan gula pasir, tuangi air putih. Masak terus hingga air menyusut tapi tidak sampai habis dengan api sedang. Koreksi rasanya, jika kurang garam atau gula boleh ditambahkan. Penambahan air putih ini agar sambal tidak terlalu banyak menggunakan minyak alias pengiritan dan kita tidak merasa terlalu bersalah minum minyak goreng, juga memberi efek lembab dan basah pada tekstur sambalnya.
6. Kalau sambal bawang merah sudah dingin, bisa disimpan dalam botol/toples kaca. Jika untuk stok dan ingin lebih awet boleh disimpan dalam kulkas.

Selamat Mencoba...

11 komentar:

  1. Salam. Setuju dgn jimat tak ada msg dan tak ada bhn pengawet

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih...sudi mampir di blog saya...

      Hapus
  2. salut dg ibu, bisa beberin resep dengan detail dan jujur. kebanyakan blog lain memberikan info resep yang menyesatkan :). sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih...semoga memberi manfaat, karena saya tidak ingin menyesatkan teman2 dengan resep abal2...

      Hapus
  3. Bun kalo di simpan itu bisa tahan berapa lama ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. disimpan dikulkas aja sebaiknya kalo buat banyak jadi lebih tahan lama...kalo disimpan disuhu ruang/diluar paling lama 3 hari.

      Hapus
  4. lengkap dan detail bun resepnyan ga pake msg lagi. mantaaapp...

    BalasHapus
  5. jazaakillahu khoyr atas ilmunya bunda. mw langsung d eksekusi nih☺

    BalasHapus
  6. sesuai selera qt mbak Ita "tanpa MSG & Pengawet"...makasih resepnya y, di tunggu resep2 lezat selanjutnya

    BalasHapus
  7. sesuai selera qt mbak Ita tanpa "MSG & Pengawet" makasih resepnya ya..di tunggu resep2 lezat berikutnya

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus