Sabtu, 19 Oktober 2013

Kue Pukis Ubi Ungu



Bismillah...

Cerita tentang kue pukis  ubi ungu ini dibuat ketika saya pulang ke tanah air, bulan ramadhan kemaren. Sengaja bikin untuk hantaran ke masjid sebagai menu takjil buka puasa. Setiap hari keluarga kami mengantar secara suka rela jajanan buat buka puasa di masjid dekat rumah.

Nah, makanya mumpung tinggal di kampung...di rumah almarhumah ibu saya, cukuplah mudah mendapatkan ubi ungu ini. Tinggal lari ke pasar yang jaraknya gak jauh dari rumah, kadang saya jalan kaki aja..sambil olah raga pagi. Pulangnya baru deh naik becak, bawa belanjaan banyak jadi mau jalan kaki lagi udah gak sanggup. Naik becak juga kasian si bapak tukang becaknya, makanya musti di bayar...upah capek dan keringetnya , iya kaan...dan jangan pelit2 kasih upahnya itung sambil bersedekah, he he hee...

Mari kita coba buat kue pukis ubi ungu yang eksotik ini, tanpa penambahan pewarna  kue pukis ini sebenarnya sudah mengeluarkan aura warna yang menarik, tetapi kalau kepingin lebih menonjol warna ungunya bisa di tambah beberapa tetes pewarna makanan ungu. My best favourite colour...^Ungu gitu lhoo^...




Kue Pukis Ubi Ungu
Resep: Ita-DapurGriyaKhayangan

Bahan Biang:
1 sdm tepung terigu
1 sdm ragi instan
1 sdm gula pasir
100 ml air kelapa

Bahan lain:
4 kuning telur
250 gr gula pasir
200 gr tepung terigu
200 gr ubi ungu kukus, haluskan
250 ml santan direbus dgn selembar daun pandan, dinginkan
50 gr margarin cair/leleh
1/4 sdt garam/secukupnya
1 sdt vanili bubuk
4 putih telur kocok + 1 sdt gula pasir
beberapa tetes pewarna makanan ungu

Topping/Isian:
pisang raja
keju cheddar
messes coklat


Cara Membuat:
1. Kocok dengan mixer putih telur secara terpisah, tambahkan 1 sdt gula pasir. Mixer hingga putih telur mengembang putih (soft peak). Sisihkan.
2. Kocok dengan mixer di wadah lain kuning telur dan gula pasir sampai gula pasir larut dan telur mengembang (gak harus sampai mengembang putih seperti membuat adonan cake).
3. Masukkan ubi ungu yang sudah dihaluskan, kocok sampai rata. Tuangkan tepung terigu, vanili dan garam bergantian dengan santan, kocok hingga rata.
4. Tuangkan adonan biang dan margarin cair/leleh, kocok lagi sampai tercampur rata.
5. Terakhir masukkan putih telur yang sudah di kocok terpisah dan beberapa tetes pewarna makanan ungu lalu aduk secara memutar balik perlahan hingga tercampur rata.
6. Istirahatkan adonan selama kurang lebih 1-2 jam, agar adonan mengembang bagus sehingga kue pukis juga akan lembut/empuk dan mengembang hasilnya.
7. Panaskan cetakan kue pukis dengan api sedang cenderung kecil, tuangkan adonan kue pukis lalu tutup, tunggu beberapa lama kemudian buka tutupnya, beri isian/topping diatas kue, tutup lagi sebentar. Jika sudah matang segera keluarkan dari cetakan.


# Tips dari saya:
- Resep kue pukis ubi ungu ini, bisa diaplikasikan untuk membuat kue pukis kentang. Tinggal mengganti ubi ungu kukus dengan kentang kukus. Bisa juga menggunakan labu kuning/waluh kukus, dengan syarat jumlah penggunaan santan musti di kurangi (di kira2 aja pengurangannya), karena kadar air labu kuning lebih banyak.
- Dengan teknik memisahkan putih telur, kemudian mengocok secara terpisah pula...akan menghasilkan kue pukis yang lebih lembut, tidak padat/tidak keras setelah dingin. yang pasti kue pukis ala saya ini akan beda teksturnya bila dibandingkan dengan kue pukis yang cara pembuatannya dengan teknik telur masuk jadi satu.

Silakan dicoba bila ingin tahu bedanya, sumonggo... :)

3 komentar:

  1. M̶̲̥̅̊βàķ maaf saya tanya lagi, soale lg demam praktek2 buat kue. Disini tiap rabu ª∂a̲̅ pengajian ibu2 jd senang aja bawa kue yg selalu berbeda setiap ngaji, itung2 cari teman buat makan kuenya .. "̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡"̮ syukur2 kalo ª∂a̲̅ yg suka bisa pesan ..

    M̶̲̥̅̊βàķ diresep tidak disebutkan berapa byk putih telur yg dimixer ? Apa 4 butir. Krn kuningnya ª∂a̲̅ 4 diresepnya. Matur nuwun

    BalasHapus
  2. Oh iyaa...maaf saya lupa gak tulis putih telurnya mb Bintarti, okk saya edit dan perbaiki dulu resepnya. Pakai putih telurnya juga 4 mbak...di kocok terpisah.

    BalasHapus
  3. waaah, makasih resepnya mbak, kapan-kapan bisa dicoba nih

    BalasHapus